FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS RAWAT INAP MUARA FAJAR TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.21111/dnj.v10i1.9Keywords:
Hipertensi, lansia, asupan natrium, jenis kelamin, status giziAbstract
Latar belakang: Hipertensi sering disebut sebagai “the silent killer” karena sifatnya yang asimtomatik namun berisiko menimbulkan komplikasi serius. Tujuan: Mendeskripsikan gambaran faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada lansia di Puskesmas Rawat Inap (RI) Muara Fajar. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan 30 responden. Data dikumpulkan menggunakan metode SQ-FFQ untuk asupan natrium, antropometri untuk status gizi, dan pengukuran tekanan darah secara langsung. Hasil: Gambaran faktor risiko menunjukkan mayoritas responden berada pada kelompok usia 60-74 tahun (90%), berjenis kelamin perempuan (66,7%), memiliki asupan natrium kategori lebih (83,3%), dan status gizi underweight-normal (63,3%). Meskipun profil risiko cukup tinggi secara deskriptif, uji statistik menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan (p > 0,05) antara faktor-faktor tersebut dengan derajat hipertensi.Kesimpulan: Gambaran faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada lokasi penelitian didominasi oleh lansia awal, perempuan dan dengan asupan natrium yang melebihi batas anjuran. Tidak ditemukan adanya hubungan signifikan secara statistik terhadap faktor-faktor tersebut.





















