ASOSIASI TEKANAN DARAH DAN STRES YANG DIPERSEPSIKAN DENGAN KEBUGARAN KARDIORESPIRASI PADA KOMUNITAS BOLA BASKET
DOI:
https://doi.org/10.21111/dnj.v10i2.162Keywords:
bola basket, kebugaran kardiorespirasi, pss-10, tekanan darah, vo2maxAbstract
Latar belakang: Kebugaran kardiorespirasi merupakan indikator penting kapasitas fisiologis dan kesehatan kardiovaskular. Tekanan darah dan stres merupakan faktor fisiologis dan psikologis yang berpotensi berkaitan dengan kapasitas kardiorespirasi, khususnya pada individu yang aktif berolahraga. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tekanan darah dan stres yang dipersepsikan dengan kebugaran kardiorespirasi pada anggota komunitas bola basket di Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang yang dilaksanakan di Al Kautsar Indoor Sport Center, Bandar Lampung, pada April–September 2026. Sebanyak 56 anggota komunitas bola basket berusia 18-43 tahun direkrut menggunakan consecutive sampling. Kebugaran kardiorespirasi diukur menggunakan 20-meter shuttle run test dan dinyatakan sebagai estimasi VO₂max. Tekanan darah sistolik dan diastolik diukur menggunakan alat digital tervalidasi, sedangkan stres yang dipersepsikan diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10). Analisis hubungan dilakukan menggunakan korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Rerata VO₂max sebesar 42,98 ± 5,23 mL/kg/menit, tekanan darah sistolik 130,93 ± 13,09 mmHg, tekanan darah diastolik 80,48 ± 11,32 mmHg, dan skor PSS-10 sebesar 13,14 ± 6,75. VO₂max memiliki hubungan negatif signifikan dengan tekanan darah sistolik (r=−0,338; p=0,011) dan tekanan darah diastolik (r=−0,510; p=0,001), sedangkan hubungannya dengan stress yang dipersepsikan tidak signifikan (r=0,207; p=0,127). Simpulan: Tekanan darah sistolik dan diastolik berhubungan negatif dengan kebugaran kardiorespirasi, sedangkan stres yang dipersepsikan tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan VO₂max pada anggota komunitas bola basket di Bandar Lampung.




















