GAMBARAN DAYA TERIMA, SISA MAKANAN, DAN ESTIMASI KEHILANGAN ZAT GIZI MAKRO PADA SISWA PENERIMA PROGRAM MAKANAN BERGIZI GRATIS DI SMP NEGERI 2 KOTA METRO
DOI:
https://doi.org/10.21111/dnj.v10i2.163Keywords:
daya terima makanan, makanan bergizi gratis, macronutrient loss, nutrition loss, sisa makananAbstract
Pendahuluan: Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan meningkatkan pemenuhan kebutuhan gizi anak usia sekolah. Namun, sisa makanan tidak dikonsumsi dapat mengurangi pemanfaatan zat gizi yang telah disediakan. Oleh karena itu, daya terima makanan perlu diperhatikan karena berkaitan dengan jumlah sisa makanan dan estimasi kehilangan zat gizi makro berupa karbohidrat, protein, dan lemak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggambarkan daya terima MBG, sisa makanan dan estimasi macronutrient loss pada remaja. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kuasi-eksperimen, sampel diambil secara purposive melibatkan 70 siswa penerima MBG pada bulan Juli – Agustus 2026. Data diperoleh dari proses pengisian kuesioner, dan penimbangan sisa makanan lalu kemudian dikonversi menjadi jumlah karbohidrat, protein, dan lemak menggunakan NutriSurvey. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, rerata, standar deviasi, nilai minimum, dan maksimum. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 siswa (64,3%) memiliki daya terima MBG kategori baik, sedangkan 25 siswa (35,7%) memiliki daya terima kategori kurang. Sisa makanan nasi melebihi 20% pada 47 siswa (67,1%), lauk hewani pada 0 siswa (0%), dan lauk nabati pada 46 siswa (65,7%). Rerata estimasi kehilangan karbohidrat sebesar 22,72 ± 18,01 g, kehilangan protein 8,33 ± 6,82 g, dan kehilangan lemak 4,33 ± 4,06 g. Simpulan: Sebagian besar siswa memiliki daya terima yang baik terhadap MBG namun, permasalahan sisa makanan masih menjadi salah satu masalah utama yang berpotensi menyebabkan kehilangan zat gizi karbohidrat, lemak, dan protein. Evaluasi porsi dan peningkatan variasi olahan makanan pokok diperlukan untuk mengurangi sisa makanan dan mengoptimalkan pemenuhan zat gizi melalui program MBG.




















