PENGEMBANGAN CAKRAM GIZI “FEROMA SERIES” SEBAGAI INOVASI EDUKATIF ANEMIA REMAJA, WANITA USIA SUBUR (WUS), DAN IBU HAMIL
DOI:
https://doi.org/10.21111/dnj.v10i2.160Keywords:
anemia, ibu hamil, cakram, posyandu, mediaAbstract
Latar belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat serius karena mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia. Upaya pencegahan anemia memerlukan edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami berperan penting meningkatkan pemahaman tentang anemia. Tujuan: penelitian ini bertujuan mengembangkan media cakram gizi “FEROMA Series” sebagai media edukasi anemia bagi remaja, wanita usia subur (WUS), dan ibu hamil. Metode: Pengembangan media cakram Gizi "FEROMA Series" dilakukan dengan metode R&D model 4D yang terdiri dari 4 tahapan yaitu define, design, develop, dan dessiminate. Pada tahap define dilakukan analisis kebutuhan kepada lima kader posyandu. Pada tahap design dilakukan perancangan prototipe cakram gizi menggunakan aplikasi Canva Pro. Pada tahap develop, prototipe yang telah disusun pada tahap sebelumnya dicetak menjadi sebuah produk dan dilakukan validasi ahli dan uji coba terbatas. Produk dinyatakan sangat valid dan memperoleh respon pengguna sangat baik apabila persentase penilaian mencapai > 81%. Hasil: Hasil validasi dari semua validator menunjukkan bahwa cakram gizi “FEROMA Series” sangat valid dengan rata-rata nilai validasi materi sebesar 99,72% dan validasi media sebesar 95,75%. Hasil penilaian respons pengguna menunjukkan bahwa cakram gizi “FEROMA Series” memenuhi kriteria sangat baik digunakan dengan rata-rata nilai kualitas media sebesar 83,7%, persepsi penggunaan sebesar 86,5%, persepsi kegunaan atau manfaat penggunaan sebesar 86,5%, dan persepsi penerimaan sebesar 85,9%. Pada tahap disseminate, cakram gizi disebarluaskan ke posyandu Melati Kresna Gading Kasri Kota Malang. Simpulan: Cakram gizi “FEROMA Series” dinyatakan valid untuk digunakan sebagai media edukasi anemia bagi kader posyandu.




















