HUBUNGAN POLA MAKAN, DURASI TIDUR, DAN EMOTIONAL EATING DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMAN 1 DUKUPUNTANG
DOI:
https://doi.org/10.21111/dnj.v10i2.158Keywords:
durasi tidur, emotional eating, pola makan, remaja, status giziAbstract
Latar belakang: Masa remaja merupakan fase rentan terjadinya masalah gizi akibat pergeseran gaya hidup modern. Kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, rendahnya asupan serat, durasi tidur yang tidak memadai akibat tuntutan akademik dan gadget, serta tingginya kecenderungan emotional eating menjadi faktor kompleks yang memicu masalah gizi triple burden of malnutrition pada remaja. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pola makan, durasi tidur, dan emotional eating dengan status gizi remaja di SMAN 1 Dukupuntang. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 66 siswa SMAN 1 Dukupuntang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data pola makan diukur menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), durasi tidur diukur dengan Sleep Timing Questionnaire (STQ), dan emotional eating dinilai menggunakan Dutch Eating Behavior Questionnaire 13 items (DEBQ-13). Status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) melalui aplikasi WHO AnthroPlus. Data dianalisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif dan tingkat keeratan lemah antara pola makan dengan status gizi (p =0,050; r = 0,242). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan status gizi (p = 0,074; r = -0,221). Sementara itu, emotional eating berhubungan signifikan dengan arah positif dan tingkat keeratan sedang terhadap status gizi (p < 0,001; r = 0,452). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan, dan emotional eating dengan status gizi remaja SMAN 1 Dukupuntang.




















